Hari Kedua Edukasi Keamanan Wisata Bahari, Kementerian Pariwisata, BPOLBF, DAN, dan NAUI Perkuat Kompetensi SDM dan Standar Keselamatan di Labuan Bajo
Labuan Bajo, April 15, 2026 — Memasuki hari kedua pelaksanaan kegiatan Edukasi Keamanan & Keselamatan Wisata Bahari Labuan Bajo, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Kementerian Pariwisata dan mitra internasional terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pariwisata dalam menghadapi risiko di sektor wisata bahari.
Kegiatan hari kedua secara resmi dibuka oleh Itok Parikesit selaku Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kementerian Pariwisata. Turut hadir pula Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, sebagai perwakilan Pemerintah Daerah.
Dalam sambutannya, Itok Parikesit menegaskan bahwa aspek keselamatan kini menjadi elemen utama dalam pengembangan destinasi pariwisata.
“Keselamatan saat ini bukan lagi pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian inti dari kualitas produk pariwisata. Destinasi harus mampu memberikan rasa aman yang nyata bagi wisatawan,” ujarnya.
Seperti pada hari pertama, kegiatan diawali dengan sesi teori yang dibawakan oleh Divers Alert Network (DAN). Materi yang disampaikan meliputi penanganan kondisi darurat, seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), pemberian oksigen darurat untuk cedera penyelaman (EO2), serta penanganan cepat pada kasus tersedak atau gangguan saluran pernapasan.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi demonstrasi praktik yang dipandu oleh instruktur dari The National Association of Underwater Instructors (NAUI), sebagai bentuk penguatan keterampilan teknis di lapangan. Dalam kesempatan ini, seluruh peserta juga memperoleh marine medikit dari Divers Alert Network (DAN) sebagai dukungan fasilitas pertolongan pertama.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian closing remark dari Presiden dan CEO Divers Alert Network (DAN), Cliff Richardson, yang menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan dalam industri wisata selam.
“Keselamatan adalah inti dari semua yang kami lakukan di Divers Alert Network. Keberhasilan inisiatif ‘1.000 dalam 1.000’ bukan hanya tentang pencapaian angka, tetapi tentang nyawa yang akan dilindungi. Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Indonesia dalam mendorong standar keselamatan kelas dunia,” ungkap Cliff Richardson.
Closing remark juga disampaikan oleh William Tong selaku NAUI Training Manager Asia Pacific yang menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas instruktur dan pelaku wisata dalam menjaga keselamatan aktivitas bahari.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, dalam penutupannya menyampaikan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama dalam membangun pariwisata Labuan Bajo yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
“Labuan Bajo tidak hanya harus dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena standar keselamatannya. Melalui kegiatan ini, kita sedang membangun fondasi yang kuat agar pariwisata bahari kita semakin profesional, aman, dan terpercaya di mata dunia,” ujar Andhy.
Melalui kegiatan ini, BPOLBF bersama Kementerian Pariwisata, Divers Alert Network (DAN), dan NAUI terus mendorong peningkatan kompetensi pelaku wisata bahari. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi Labuan Bajo menuju destinasi pariwisata yang tidak hanya unggul secara daya tarik, tetapi juga aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
—
Engel Vione
IT Support & Staf Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
Pos-pos Terbaru
Topic
Search
Let's Collaborate!
I’m not the best guy you ever met, but surely, you can rely on me to solve your problem. Sound fair enough right?