Diskoria BPOLBF : Momentum Media, Pariwisata, and Ide Dipertemukan
Pada 6 Maret 2026, saya kembali mengikuti salah satu agenda penting di lingkungan kerja kami di Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), yaitu Diskusi Kolaborasi Bersama Media (Diskoria).
Diskoria edisi Maret 2026 ini diselenggarakan di Ruang Rapat Floratama BPOLBF dan menjadi Diskoria pertama di tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah jurnalis dari media lokal serta kontributor media nasional yang aktif meliput berbagai isu di Labuan Bajo.
Sebagai Staf IT Support dan Divisi Komunikasi Publik, saya melihat Diskoria bukan hanya sekadar forum diskusi, tetapi juga ruang penting untuk memastikan bahwa informasi mengenai perkembangan pariwisata Labuan Bajo dapat tersampaikan secara terbuka, akurat, dan kolaboratif kepada publik.
Diskoria: Ruang Dialog BPOLBF dan Media
Bagi kami di BPOLBF, Diskoria merupakan forum komunikasi rutin bersama media. Di sinilah kami berbagi berbagai agenda, program, dan perkembangan terbaru terkait pengelolaan destinasi Labuan Bajo Flores.
Namun yang lebih penting, forum ini juga menjadi kesempatan untuk mendengarkan masukan dari para jurnalis. Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun narasi pariwisata Labuan Bajo.
Diskusi pun berjalan cukup santai namun penuh ide.
Promosi Labuan Bajo ke Pasar Malaysia
Salah satu agenda yang cukup menarik perhatian dalam Diskoria kali ini adalah rencana pelaksanaan Famtrip Influencer Malaysia, hasil kolaborasi antara BPOLBF dan AirAsia.
Program ini dijadwalkan berlangsung pada 7–10 Maret 2026, dengan menghadirkan beberapa Key Opinion Leader (KOL) dari Malaysia untuk merasakan langsung pengalaman wisata di Labuan Bajo dan beberapa destinasi di sekitarnya.
Tujuannya tentu sederhana namun strategis:
memperkuat promosi Labuan Bajo Flores di pasar Malaysia dan mendorong tren kunjungan wisatawan dari negara tersebut.
Dalam era digital seperti sekarang, pengalaman yang dibagikan oleh influencer seringkali menjadi cara efektif untuk membangun cerita destinasi.
Weekend at Parapuar: Ruang Seni dan Budaya
Agenda lain yang juga dibahas adalah penyelenggaraan kembali Weekend at Parapuar (WAP).
Program ini menjadi salah satu upaya BPOLBF untuk menghadirkan ruang apresiasi seni dan budaya lokal di kawasan Parapuar. Dalam kegiatan ini, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan musik dan tarian tradisional dalam suasana yang santai.
Tiketnya pun dibuat terjangkau:
Rp5.000 untuk wisatawan domestik
Rp10.000 untuk wisatawan mancanegara
Bagi saya pribadi, WAP bukan sekadar event hiburan. Kegiatan ini juga menjadi cara memperkenalkan Parapuar sebagai destinasi wisata baru yang menghadirkan pertunjukan seni-budaya secara reguler di Labuan Bajo.
Persiapan Libur Lebaran dan Aktivasi TIC
Diskoria juga membahas beberapa agenda lain yang cukup penting menjelang musim liburan, salah satunya adalah aktivasi Satgas Libur Lebaran.
Selain itu, BPOLBF juga akan kembali mengaktifkan Tourism Information Center (TIC) untuk meningkatkan kualitas layanan informasi bagi wisatawan.
Fasilitas ini nantinya akan menyediakan berbagai informasi penting terkait destinasi wisata, aktivitas wisata, hingga panduan perjalanan di Labuan Bajo dan Flores.
Sebagai seseorang yang cukup dekat dengan pengelolaan sistem informasi dan komunikasi publik, saya melihat peran TIC sangat penting sebagai titik informasi resmi bagi wisatawan.
Peran Media dalam Pengembangan Pariwisata
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Bapak Andhy MT Marpaung, juga menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang selama ini menjadi mitra strategis BPOLBF.
Beliau menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
“Kami menyadari bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media, sangat penting dalam membangun narasi positif sekaligus menyebarluaskan informasi mengenai potensi dan agenda pariwisata di Labuan Bajo Flores.”
Beliau juga menekankan bahwa pengembangan pariwisata ke depan tidak hanya akan berfokus pada Taman Nasional Komodo dan wisata laut, tetapi juga pada penguatan destinasi wisata darat di Flores.
Hal ini penting agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan pengalaman wisata, sekaligus mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan.
Ketika Ide Bertemu di Satu Meja
Diskoria hari itu berlangsung cukup interaktif. Banyak isu strategis yang ikut dibahas, mulai dari perkembangan investasi di kawasan Parapuar, kesiapan infrastruktur destinasi wisata darat, hingga peluang pengembangan event dan travel pattern wisata di Flores.
Sebagai seseorang yang bekerja di balik layar — baik dalam dukungan teknologi maupun komunikasi publik — saya merasa forum seperti Diskoria ini memiliki nilai yang sangat penting.
Di sinilah ide, kritik, dan harapan tentang masa depan pariwisata Labuan Bajo bertemu di satu meja.
Dan dari percakapan-percakapan seperti inilah, saya percaya, langkah kecil menuju pariwisata Labuan Bajo yang berkualitas dan berkelanjutan terus dibangun.
—
Engel Vione
IT Support & Staf Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
Pos-pos Terbaru
Topic
Search
Mari Berkolaborasi!
Saya bukanlah orang terbaik yang pernah Anda temui, tapi Anda dapat mengandalkan saya untuk menyelesaikan permasalahan Anda. Sound fair enough right?