engelvione.com

Why is Data the Key to the Future of West Manggarai Tourism engelvione.com
Visitasi Bersama Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai Barat (Dokumentasi BPOLBF)

Mengapa Data Menjadi Kunci Masa Depan Pariwisata Manggarai Barat?

Pada Kamis, 26 Februari 2026, saya berkesempatan mengikuti audiensi antara Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai Barat. Pertemuan ini mungkin terlihat administratif di permukaan, tetapi sesungguhnya membahas isu yang sangat fundamental: data pariwisata manggarai barat.

Di tengah pertumbuhan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas, pertanyaan yang semakin relevan adalah: apakah kita sudah memiliki data yang cukup akurat untuk mendukung pengambilan keputusan industri?

Kenapa Data Pariwisata Itu Penting?

Selama ini, diskusi publik sering kali terfokus pada angka kunjungan. Padahal, bagi industri, yang lebih penting bukan hanya “berapa orang datang”, tetapi:

  • Berapa lama mereka tinggal? (Length of Stay/LOS)

  • Berapa besar pengeluaran mereka? (Tourist Spending)

  • Dari negara mana asal wisatawan?

  • Apa preferensi dan karakteristik mereka?

Inilah yang disebut sebagai insight data pariwisata manggarai barat — data yang tidak hanya deskriptif, tetapi mampu menjelaskan perilaku pasar.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, dalam pertemuan tersebut menegaskan pentingnya fondasi data dalam pembangunan destinasi.

“Kami mendorong penguatan kerja sama strategis dalam pengelolaan data kepariwisataan, karena data yang akurat dan relevan menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan dan strategi pengembangan destinasi.”

Pernyataan ini mencerminkan arah baru pengelolaan pariwisata yang berbasis bukti (evidence-based policy), bukan sekadar asumsi.

Tantangan: Data Nasional vs Data Spesifik Destinasi

Kepala BPS Kabupaten Manggarai Barat, Ikhe Suryaningrum, S.Pi., MAB, menjelaskan bahwa survei seperti Passenger Exit Survey (PES) masih berskala nasional, sehingga belum secara spesifik menangkap indikator destinasi seperti LOS dan Spending untuk Labuan Bajo.

“Untuk memperoleh indikator spesifik destinasi Labuan Bajo, diperlukan desain survei tersendiri dengan margin of error sekitar 10 hingga 12 persen. BPS terbuka untuk memberikan pendampingan teknis kepada BPOLBF.”

Artinya, jika kita ingin benar-benar memahami perilaku wisatawan di Labuan Bajo, diperlukan pendekatan survei yang lebih terfokus.

Selain itu, BPS juga menyampaikan potensi pemanfaatan Mobile Positioning Data (MPD) untuk melihat pola mobilitas wisatawan. Ini membuka peluang analisis yang lebih modern dan berbasis teknologi.

Data Pariwisata Bagi Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Bagi saya pribadi, poin paling penting dari diskusi ini adalah bagaimana data pariwisata bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif bisa benar-benar dimanfaatkan.

Bayangkan jika pelaku hotel mengetahui rata-rata lama tinggal wisatawan meningkat. Mereka bisa merancang paket menginap yang lebih panjang.

Jika pelaku F&B mengetahui tren pengeluaran wisatawan tertentu lebih tinggi pada kategori gastronomi lokal, mereka bisa mengembangkan menu khas dengan positioning premium.

Jika travel agent memahami negara asal wisatawan dengan pertumbuhan tertinggi, mereka bisa menyesuaikan strategi pemasaran digital sesuai bahasa dan preferensi pasar tersebut.

Tanpa data, pelaku usaha berjalan dalam gelap. Dengan data, mereka bergerak dengan strategi.

Langkah Selanjutnya

Sebagai tindak lanjut, BPOLBF akan bersurat ke BPS Nusa Tenggara Timur dengan tembusan ke BPS Pusat untuk permohonan data profil wisatawan Labuan Bajo yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal menuju sistem data pariwisata manggarai barat yang lebih kuat, lebih terintegrasi, dan lebih bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.

Karena pada akhirnya, masa depan pariwisata Labuan Bajo bukan hanya tentang promosi atau infrastruktur — tetapi tentang seberapa baik kita memahami pasar melalui data.

Dan dari situlah strategi yang tepat bisa lahir.

Engel Vione
IT Support & Staf Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia

Share my story!

Mari Berkolaborasi!

Saya bukanlah orang terbaik yang pernah Anda temui, tapi Anda dapat mengandalkan saya untuk menyelesaikan permasalahan Anda. Sound fair enough right?