BPOLBF Mengunjungi Kantor Imigrasi, Diskusi Penguatan Kolaborasi Antar Lembaga
Labuan Bajo, 22 Januari 2026 — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melakukan kunjungan resmi dan pertemuan koordinasi dengan Kantor Imigrasi Labuan Bajo TPI Kelas II sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.
Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antar lembaga yang berperan strategis dalam mengelola kedatangan wisatawan dan memastikan pengalaman pengunjung yang positif di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.
Dalam pertemuan tersebut, Andhy MT Marpaung, Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, menyampaikan apresiasinya kepada Kantor Imigrasi atas kehadiran Kepala Imigrasi dan tim yang konsisten dalam program Weekend at Parapuar (WAP).
“BPOLBF sangat mengapresiasi keterlibatan aktif Kantor Imigrasi dalam kegiatan pariwisata publik, serta berbagi data pariwisata secara real-time, yang sangat penting untuk kebijakan berbasis data dan manajemen destinasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengadakan diskusi lebih lanjut dengan Agen Perjalanan dan Operator Tur untuk menyusun daftar anggota terdaftar resmi, yang dapat berfungsi sebagai referensi yang andal bagi wisatawan dalam memilih penyedia layanan pariwisata yang kredibel dan bersertifikat.
Sementara itu, Charles Christian Mathaus, Kepala Kantor Imigrasi TPI Kelas II Labuan Bajo, menyoroti beberapa peluang kolaborasi untuk lebih mempromosikan Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia.
Ia mencatat bahwa Labuan Bajo memiliki potensi kuat untuk dikembangkan melalui inisiatif co-branding, termasuk perjalanan bersama atau kegiatan berkemah yang melibatkan influencer dan Key Opinion Leaders (KOL) untuk memperkuat penceritaan dan promosi destinasi.
Selain itu, ia mengusulkan kolaborasi dalam menyampaikan informasi “dos and don’ts” atau “yang boleh dan tidak boleh dilakukan” bagi wisatawan di gerbang kedatangan, memastikan pengunjung mendapat informasi yang baik tentang budaya lokal, etika, dan peraturan saat memasuki destinasi.
Poin penting lainnya yang dibahas adalah potensi pengembangan pusat komando hotline bersama, yang memungkinkan pengaduan atau pertanyaan wisatawan ditangani lebih efisien melalui saluran komunikasi terpadu.
Selain itu, Kantor Imigrasi menyoroti pentingnya menerjemahkan materi “hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan” ke dalam bahasa asing, seperti Mandarin dan Jepang, untuk melayani pengunjung internasional dengan lebih baik.
Kunjungan resmi ini mencerminkan komitmen BPOLBF untuk membina kerja sama antarlembaga yang kuat guna mendukung pengelolaan pariwisata terpadu, berbasis data, dan berorientasi pada pengunjung di Labuan Bajo. Melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan utama, BPOLBF terus memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
—
Engel Vione
IT Support & Staf Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
Pos-pos Terbaru
Topic
Search
Mari Berkolaborasi!
Saya bukanlah orang terbaik yang pernah Anda temui, tapi Anda dapat mengandalkan saya untuk menyelesaikan permasalahan Anda. Sound fair enough right?